Izin PPIU No. U.316-2021 | Izin PPIHK No. 308-2022
PROMO Potongan Rp 1 Juta via Website! Klaim Sekarang

Memahami Sejarah Padang Arafah

May 14, 2026 Ajis Abdu Rohman Hanapi Blog

Memahami Sejarah Padang Arafah: Tempat Berkumpul Paling Mustajab Saat Musim Haji

Terhampar sekitar 20 kilometer di sebelah timur Kota Makkah, Padang Arafah tampak seperti gurun pasir biasa di hari-hari biasa. Namun, pada tanggal 9 Dzulhijjah, tempat ini berubah menjadi lautan manusia berbaju putih ihram. Menyelami sejarah Padang Arafah bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan upaya untuk menghadirkan rasa rendah hati dan kekhusyukan yang mendalam saat melaksanakan rukun wukuf di sana.

Tempat Bertemunya Manusia Pertama dan Mengenal Ketauhidan

Secara etimologi, kata Arafah berasal dari akar kata Arab yang berarti “mengetahui” atau “mengenal” (ma’rifah). Terdapat beberapa riwayat sejarah yang kuat terkait penamaan ini. Pertama, Arafah diyakini sebagai tempat di mana Nabi Adam ‘alaihissalam dan Ibunda Hawa bertemu dan saling mengenali kembali setelah mereka diturunkan dari surga ke bumi yang terpisah jauh.

Kedua, di tempat inilah Malaikat Jibril mengajarkan rangkaian manasik haji kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Setelah Jibril menjelaskannya, Jibril bertanya, “Apakah engkau sudah mengetahui (hal arafta)?” Nabi Ibrahim menjawab, “Ya, aku mengetahui (araftu).”

Saksi Khutbah Wada’ Rasulullah

Nilai sejarah paling monumental di Arafah adalah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan Khutbah Wada’ (Khutbah Perpisahan) dari atas untanya. Di sinilah ayat penyempurnaan agama Islam (QS. Al-Ma’idah: 3) diturunkan. Hari Arafah adalah hari pembebasan dari api neraka, di mana doa-doa dipanjatkan dengan derai air mata penyesalan.

Persiapkan diri Anda untuk merasakan getaran iman di Padang Arafah. Daftarkan diri Anda untuk program Haji Khusus dan Furoda 2026 bersama HaramainKU melalui WhatsApp di https://wa.me/6281210001665.


Bagikan:
WhatsApp
Cari Artikel