Izin PPIU No. U.316-2021 | Izin PPIHK No. 308-2022
PROMO Potongan Rp 1 Juta via Website! Klaim Sekarang

Sejarah Madain Saleh

April 18, 2026 Ajis Abdu Rohman Hanapi Blog

Sejarah Madain Saleh: Mengambil Ibrah dari Reruntuhan Kaum Tsamud

Kawasan Al-Hijr atau yang saat ini populer disebut Madain Saleh (Kota Nabi Saleh) merupakan salah satu situs arkeologi terbesar di Jazirah Arab. Terletak di wilayah Al-‘Ula, kawasan ini dipenuhi dengan pahatan makam monumental di bukit-bukit batu pasir. Namun, bagaimana seharusnya sikap seorang Muslim saat melintasi atau membicarakan kawasan ini?

Sejarah Singkat Kaum Tsamud

Dalam Al-Qur’an, wilayah Al-Hijr dikisahkan sebagai tempat bermukimnya kaum Tsamud. Mereka dianugerahi kekuatan fisik dan kecerdasan oleh Allah untuk memahat gunung-gunung batu menjadi rumah dan istana yang megah. Allah mengutus Nabi Saleh ‘alaihissalam untuk mengajak mereka bertauhid.

Namun, kaum Tsamud menyombongkan diri, mendustakan utusan Allah, dan puncaknya adalah mereka membunuh unta betina yang merupakan mukjizat dari Allah. Akibatnya, Allah menimpakan azab berupa suara keras yang mengguntur (shaihah) dan gempa yang membinasakan mereka di dalam rumah-rumah batu mereka sendiri.

Adab Melintasi Kawasan Azab Menurut Sunnah

Banyak orang saat ini menjadikan Madain Saleh sebagai destinasi wisata dan tempat berswafoto (selfie). Padahal, ulama salafus shalih memperingatkan dengan keras berlandaskan hadits shahih saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat melewati Al-Hijr dalam perjalanan menuju Perang Tabuk.

Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian memasuki tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri (kaum Tsamud), kecuali sambil menangis, khawatir kalian akan ditimpa azab seperti yang menimpa mereka.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Beliau kemudian menutupi kepalanya dan mempercepat laju untanya hingga keluar dari lembah tersebut. Beliau juga melarang sahabat meminum air dari sumur di daerah itu, kecuali satu sumur yang dahulu diminum oleh unta Nabi Saleh.

Mengambil Pelajaran (Ibrah)

Sikap yang benar bagi seorang Muslim bukanlah mengagumi keindahan arsitekturnya sebagai tempat rekreasi, melainkan menjadikannya sebagai pengingat (ibrah) yang menakutkan tentang kebesaran azab Allah bagi kaum yang menentang syariat-Nya.

Beribadahlah dengan akidah yang bersih dan ikuti tuntunan Rasulullah dalam setiap perjalanan Anda. HaramainKU menyusun rute perjalanan ibadah yang aman secara syariat, menjauhi tempat-tempat yang dilarang. Konsultasikan perjalanan umroh keluarga Anda via WhatsApp di https://wa.me/6281210001665.


Bagikan:
WhatsApp
Cari Artikel