Menyongsong Ramadhan, Syaikh Sudais Serukan Pesan Kesatuan dan Fasilitas pada Jemaah
HARAMAINKU.CO.ID – Hadirnya bulan suci Ramadhan disambut dengan pesan batin dari Imam Besar Masjidil Haram. Kepala Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Abdurrahman As-Sudais, mengutarakan ucapan selamat atas datangnya Ramadhan kepada pimpinan Kerajaan Arab Saudi, seraya menggarisbawahi nilai kecintaan, persaudaraan, dan dedikasi. Ucapan tersebut dialamatkan kepada Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, disertai permohonan agar Allah menerima amal saleh serta memelihara kepemimpinan Kerajaan.
Dalam pernyataannya, Syaikh Sudais menekankan bahwa Ramadhan bukan cuma sekadar waktu peribadatan pribadi, melainkan bulan yang menggerakkan rasa kasih sayang serta keintiman sosial. Ia menyebut Ramadhan sebagai wadah penyusunan nilai kebersamaan, rasa senasib, serta keikhlasan di dalam beraktivitas, memberikan manfaat, dan mendistribusikan kebaikan. Menurut pandangannya, nilai-nilai itu tergambar dalam situasi perlindungan serta ketetapan yang dirasakan Arab Saudi di bawah kepengurusan yang dianggapnya bijaksana serta penuh kepedulian.
Syaikh Sudais juga memanjatkan permohonan agar Ramadhan tahun ini memberikan kemuliaan bagi negeri, kaum Arab, serta pemeluk Islam secara luas, dibarengi curahan kebajikan dan keselamatan. Ia mengharapkan Arab Saudi senantiasa terlindungi dan damai, serta para pimpinannya dianugerahi hidayah guna menjunjung tinggi religi serta memfasilitasi para peziarah di dua masjid sakral.
Penetapan Awal Ramadhan 1447 Hijriah
Pemerintah Arab Saudi memutuskan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Putusan tersebut diumumkan oleh Mahkamah Agung sesudah bulan sabit penanda permulaan bulan tampak, bersandarkan pada informasi komite pengawas di bermacam daerah Kerajaan. Dengan ketetapan itu, pemeluk Islam di Arab Saudi mulai mengerjakan ibadah puasa semenjak waktu fajar pada Rabu (18/2/2026).
Penetapan Arab Saudi berlainan dengan Indonesia. Pemerintah Indonesia memutuskan permulaan Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sesudah menimbang perolehan perhitungan astronomi (hisab) dan informasi pengamatan bulan sabit (rukyatul hilal) di bermacam lokasi. “Berdasarkan hisab dan tidak ada yang melihat hilal, maka satu Ramadhan 1447 H/ 2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” tutur Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sesi temu media sesudah rapat penentuan (sidang isbat), Selasa (17/2/2026) sore.
Melalui keputusan itu, pemeluk Islam di Indonesia mulai mengerjakan shalat Tarawih pada Rabu malam (18/2/2026).