Izin PPIU No. U.316-2021 | Izin PPIHK No. 308-2022
PROMO Potongan Rp 1 Juta via Website! Klaim Sekarang

Memahami Apa Itu Haji Akbar

April 22, 2026 Ajis Abdu Rohman Hanapi Blog

Memahami Apa Itu Haji Akbar Sesuai Tinjauan Hadits dan Pemahaman Salaf

Menjelang musim haji, istilah “Haji Akbar” kerap ramai diperbincangkan di tengah masyarakat Indonesia. Banyak yang meyakini bahwa Haji Akbar memiliki pahala berkali-kali lipat atau tujuh kali lipat dari haji biasa. Namun, apa sebenarnya arti Haji Akbar dalam tinjauan syariat dan pandangan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah?

Pengertian Haji Akbar Adalah

Miskonsepsi yang beredar adalah menganggap bahwa Haji Akbar terjadi hanya jika pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) bertepatan dengan hari Jumat. Memang benar, Wukuf di hari Jumat memiliki keistimewaan besar karena bertepatan dengan pelaksanaan Haji Wada’ (Haji Perpisahan) yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun, secara terminologi Al-Qur’an dan As-Sunnah, Haji Akbar adalah penyebutan untuk ibadah haji itu sendiri, untuk membedakannya dengan ibadah umroh. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan mayoritas ulama salaf menjelaskan bahwa Umroh sering disebut sebagai “Haji Asghar” (Haji Kecil), sedangkan ibadah haji (baik wukufnya jatuh di hari Jumat, Senin, atau hari lainnya) disebut sebagai “Haji Akbar” (Haji Besar).

Keistimewaan Wukuf di Hari Jumat

Meskipun tidak ada hadits shahih yang menyebutkan bahwa wukuf di hari Jumat pahalanya sama dengan 70 kali haji biasa (itu adalah hadits dhaif/lemah yang sering tersebar), ulama seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan beberapa keistimewaan wukuf di hari Jumat:

  • Mencocoki sunnah dan kejadian saat Rasulullah melaksanakan Haji Wada’.
  • Hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam (penghulu segala hari), yang di dalamnya terdapat waktu mustajab untuk berdoa. Menggabungkan kemuliaan waktu (Jumat) dan kemuliaan tempat (Arafah) adalah karunia luar biasa bagi jamaah.

Fokus pada Kesempurnaan Rukun, Bukan Sekadar Momen

Seorang Muslim yang cerdas tidak akan menunda keberangkatan hajinya hanya karena menunggu wukuf jatuh di hari Jumat. Yang menentukan mabrurnya sebuah haji adalah keikhlasan niat, halalnya harta yang digunakan, dan kesesuaian tata cara ibadah (mutaba’ah) dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rencanakan kemurnian ibadah Anda bersama biro penyelenggara haji dan umroh terpercaya. HaramainKU siap membimbing Anda menuju haji mabrur. Konsultasikan persiapan haji dan umroh 2026 Anda via WhatsApp di https://wa.me/6281210001665.


Bagikan:
WhatsApp
Cari Artikel