Kementerian Agama Menjamin Penyaringan Petugas Haji Dilaksanakan Secara Adil dan Transparan
Penyaringan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kelompok Terbang dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi diselenggarakan secara bersamaan di seluruh Indonesia pada hari Kamis (21/11/2024). Penjaringan fase pertama ini diramaikan oleh 13.169 kontestan dari seluruh penjuru tanah air.
Direktur Bina Haji pada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Republik Indonesia, Arsad Hidayat menuturkan bahwa demi menyajikan peluang bagi publik serta menghimpun para pelayan haji yang mempunyai kapabilitas, kejujuran, serta pengabdian yang mumpuni, Kementerian Agama melangsungkan penyaringan kandidat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Terbang secara transparan dan adil.
Pernyataan tersebut diutarakan Arsad Hidayat sebagai representasi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief tatkala peresmian prosedur penyaringan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Terbang dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Inaugurasi penyaringan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochammad Irfan Yusuf, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Panitia Penyaringan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Terbang & Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi Tahap 1, serta Tim Supervisi Penyaringan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Terbang & Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi.
Penyaringan Pelayan haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Terbang dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi di wilayah Kabupaten Jombang diramaikan oleh total 88 kontestan.
“Untuk mengikuti seleksi PPIH, pertama, para peserta harus melengkapi seluruh persyaratan teknis serta administrasi yang ditetapkan dan ketika dinyatakan lolos dalam tahapan tersebut peserta dapat mengikuti tes CAT (Computer Asisted Test) sebagaimana yang dilaksanakan pada hari ini,” tutur Arsad Hidayat.
Ujian Penyaringan Pelayan Haji Diselenggarakan dalam Dua Tingkatan
Ia menyambung bahwa ujian penyaringan pelayan haji diselenggarakan dalam dua tingkatan. Tingkatan perdana dilakukan ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test pada Kantor Kementerian Agama tingkat Kabupaten/Kota atau Kantor Wilayah Kementerian Agama tingkat Provinsi.
“Bagi mereka yang lolos pada tahap pertama akan mengikuti tahapan berikutnya. Tahap kedua dilaksanakan pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi baik tes CAT maupun wawancara pendalaman baik materi tes ataupun tugas fungsi petugas haji,” tegas Arsad.
Terkait subjek ujian yang bakal diberikan kepada para kontestan, Arsad melanjutkan, mencakup pemahaman nasionalisme, tata aturan, moderasi beragama, bimbingan manasik haji, kesehatan mental, serta tanggung jawab dan peran pelayan haji.
“Proses seleksi ini dilakukan dalam rangka mencari para petugas haji memiliki kemampuan teknis, kompetensi, pengetahuan, motivasi serta komitmen yang kuat dalam melayani para jemaah haji. Dokumen ini telah ditanda tangani secara elektronik,” paparnya.
Diungkapkan oleh Arsad, Kementerian Agama memberikan atensi yang tinggi terhadap prosedur penerimaan pelayan haji. Sebab, hadirnya pelayan haji yang memiliki kecakapan, wawasan, serta dorongan yang cukup merupakan salah satu elemen krusial demi meraih pencapaian dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
“Selamat kepada seluruh peserta yang ikut serta dalam pelaksanaan tes CAT pada hari ini. Mudah-mudahan Bapak/Ibu sekalian diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti proses seleksi CAT tahap kesatu,” tutup Arsad.