Izin PPIU No. U.316-2021 | Izin PPIHK No. 308-2022
PROMO Potongan Rp 1 Juta via Website! Klaim Sekarang

Bahaya Judi dalam Islam

May 6, 2026 Ajis Abdu Rohman Hanapi Blog

Bahaya Judi dalam Islam: Penjelasan Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Shahih

Di era digital saat ini, praktik perjudian (termasuk judi online atau slot) semakin merajalela dan merusak sendi-sendi kehidupan keluarga. Sebagai seorang Muslim yang bertakwa, kita wajib memahami bahwa syariat Islam telah menutup rapat segala pintu yang mengarah pada perjudian (maysir). Memahami dalil dan hadits tentang judi akan membentengi kita dan keluarga dari memakan harta yang diharamkan.

Larangan Tegas dalam Al-Qur’an

Allah Ta’ala menyandingkan larangan berjudi dengan dosa syirik dan menyembah berhala, yang menunjukkan betapa besarnya dosa perbuatan ini. Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Ancaman dalam Hadits Rasulullah

Ulama salaf sangat berhati-hati terhadap harta yang tidak jelas asal-usulnya, apalagi harta hasil judi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan keras, bahkan sekadar ajakan untuk berjudi pun sudah menuntut sebuah kaffarah (penebusan dosa).

Beliau bersabda: “Barangsiapa yang berkata kepada temannya: ‘Kemarilah, mari kita berjudi’, maka hendaklah ia bersedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jika sekadar mengajak saja diperintahkan untuk bersedekah sebagai penebus dosa, apalagi bagi mereka yang benar-benar melakukannya.

Harta Haram Penghalang Terkabulnya Doa dan Ibadah

Dampak paling mengerikan dari harta hasil judi adalah tertolaknya doa dan ibadah (termasuk haji dan umroh). Dalam sebuah hadits masyhur, Rasulullah menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh (safar), rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan tangannya ke langit sambil berdoa: “Ya Rabb, Ya Rabb”. Namun, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Maka Rasulullah menegaskan, “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim).

Mari sucikan harta kita untuk mencari ridha Allah. Gunakan rezeki yang halal untuk ketaatan, seperti memberangkatkan keluarga ke Baitullah. Dapatkan bimbingan ibadah yang lurus sesuai sunnah bersama HaramainKU. Hubungi WhatsApp kami di https://wa.me/6281210001665.


Bagikan:
WhatsApp
Cari Artikel