Adab Safar Ibadah: Mengapa Kita Tidak Boleh Menghina Orang Lain dalam Islam?
Perjalanan ibadah ke Tanah Suci adalah ujian fisik dan kesabaran. Bertemu dengan jutaan manusia dari berbagai negara dengan budaya dan tabiat yang berbeda sering kali memicu gesekan. Dalam situasi berdesak-desakan, tak jarang lisan terpeleset mencela sesama Muslim. Lantas, mengapa kita tidak boleh menghina orang lain, terutama saat sedang menunaikan ibadah umroh atau haji?
Menjaga Lisan adalah Syarat Mabrurnya Ibadah
Allah Ta’ala memberikan peringatan tegas bagi mereka yang berihram dalam Surah Al-Baqarah ayat 197: “…barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik (fusuq), dan berbantah-bantahan (jidal) di dalam masa mengerjakan haji.”
Menghina, mengolok-olok, dan merendahkan jamaah lain termasuk dalam perbuatan fusuq dan jidal yang merusak pahala ibadah. Ulama salaf menegaskan bahwa haji mabrur tidak hanya dinilai dari sahnya rukun, tetapi juga dari lembutnya tutur kata dan sikap dermawan kepada sesama selama perjalanan (ith’amut tha’am wa thiibul kalam).
Larangan Keras dalam Al-Qur’an
Secara umum, Islam sangat memuliakan kehormatan seorang Muslim. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 11:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”
Bahaya Kesombongan di Balik Celaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendefinisikan kesombongan (kibir) sebagai: “Menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim). Saat kita merasa lebih hebat ibadahnya, lebih kaya fasilitas travelnya, lalu memandang rendah jamaah lain yang mungkin kesulitan, di saat itulah kesombongan telah membatalkan keikhlasan kita di mata Allah.
Oleh karena itu, persiapan hati dan adab jauh lebih penting dari sekadar persiapan koper. HaramainKU selalu menekankan pembekalan adab safar dan penyucian jiwa (tazkiyatun nufus) dalam setiap sesi manasiknya. Pastikan Anda berangkat dengan bimbingan yang benar. Hubungi konsultan ibadah HaramainKU di WhatsApp https://wa.me/6281210001665.